Permasalahan Pembelajaran IPS Terpadu
OPINI | 31 October 2011 | 06:35
Dibaca: 2686
Komentar: 1
1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif
Pada
beberapa kali pertemuan dengan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) yang ada di sekolah tempat saya bertugas, terungkap
beberapa hal terkait dengan pembelajaran mata pelajaran tersebut di
sekolah. Ada guru yang menolak dan/atau merasa terpaksa mengajarkan mata
pelajaran IPS secara terpadu, menginginkan model pembelajarannya secara
terpisah sesuai dengan bahan kajian keilmuannya. Guru yang bersangkutan
merasa tidak sanggup membelajarkan materi IPS yang tidak sesuai dengan
latar belakang keilmuan (spesialisasinya). Misalnya di LPTK ia mengambil
spesialisasi ilmu pendidikan sejarah, maka yang ingin dibelajarkan pada
peserta didik terbatas pada materi yang bersangkutan dengan materi
sejarah saja, sedangkan materi (bahan) kajian lainnya ingin diserahkan
pada guru IPS yang memiliki spesialisasi yang sesuai. Pada hal di
sekolah guru tetap mata pelajaran IPS sangat terbatas, terkadang hanya
tersedia satu atau dua orang yang memiliki spesialisasi khusus di
bidangnya. Mengangkat guru honor (guru tidak tetap), merupakan masalah
tersendiri bagi sekolah, lebih-lebih bagi sekolah kecil dan pinggiran,
karena akan menyangkut anggaran yang terbatas untuk membayar honornya,
dan bisa jadi kalau sekolah memasukkan guru honor, jam wajib mengajar
(tatap muka di kelas) bagi guru tetap yang bersangkutan menjadi tidak
terpenuhi sesuai dengan tuntutan perundang-undangan yang berlaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar